Bantu Ratusan Guru Ngaji Berantas Buta Aksara Alquran di Pelosok Negeri

 

Penduduk Indonesia 80% adalah muslim. Namun lebih dari 60% belum bisa membaca qur’an.

Kitab suci nya yang semestinya di baca setiap hari benar-benar tidak dibaca karena memang tidak bisa membacanya.

Padahal, Bagi seorang muslim, membaca al-Quran adalah sebuah kewajiban. Maka mempelajarinya pun menjadi sebuah kewajiban pula. Bagaimana bisa kita menghafalnya, memahaminya, dan mengamalkan ajaran agamanya jika untuk membaca panduannya saja tidak bisa ?

Fakta lainnya, patut bergembira masih banyak masyarakat yang ingin belajar membaca alquran meski usia sudah lanjut.


Oleh karenanya Yayasan Sinar Terang Nusantara sebagai yayasan yang bergerak dalam Pemberantasan Buta Aksara Alquran mengampil peran dalam hal ini.

Dari Mana Kita Memulai ?
Kami memulanya dari Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Jumlah penduduk muslim nya ada 1.079.992 jiwa, dari total keseluruhan penduduk Klaten 1.158.785 jiwa. Perkiraan muslim yang belum bisa membaca alquran adalah 60% nya yaitu 647.995 jiwa. Sejumlah banyak muslim itu selama ini belum bisa menikmati indahnya membaca alquran.

Mengumpulkan Guru Ngaji
Tentu gerakan ini diawali dengan mengumpulkan potensi guru-guru ngaji. Untuk Klaten Jawa Tengah ada 26 Kecamatan dan 401 Desa. Yang artinya minimal kita membutuhkan 401 guru ngaji yang mendapat tugas untuk menyelamatkan ummat muslim dari buta aksara alquran.

Lebih dari 300 Guru Ngaji Diterjunkan
Alhamdulillah kami sudah sampai pada tahap menghimpun guru-guru ngaji tingkat kecamatan, dan dilanjutkan untuk guru ngaji tingkat desa, kemudian berlanjut ke guru ngaji masjid dan mushola. Ada lebih dari 300 guru ngaji yang sudah bergabung dan diterjunkan saat ini

Ada 3 Program Pemberantasan Buta Aksara Quran
Yaitu :
Program Rekruitmen dan Pelatihan Guru Ngaji,
Program Kegiatan Belajar Mengajar, dan
Program WIsuda dan Pemberian Hadiah Quran untuk Murid Ngaji

1. Rekruitmen dan Pelatihan Guru Ngaji
Guru-guru ngaji kami bekali dengan metode belajar alquran cepat mudah dan menyenangkan dalam bentuk Training Guru Ngaji. Agar dalam waktu yang tidak terlalu lama murid-murid ngaji bisa segera membaca alquran walau masih terbata-bata. Mereka selain dibekali skill mengajar quran juga dibawakan alat peraga mengajar.

2. Kegiatan Belajar Mengajar
Setelah siap mengajar, Guru-guru ngaji merekrut murid di kampung-kampung mereka.  Murid-murid yang direkrut bebas dari semua usia. tua muda anak dewasa dan orang tua. Setiap murid ngaji mendapatkan buku ajar agar bisa dijadikan bahan belajar di rumah.  Kegiatan belajar mengajar bisa di masjid, mushola, rumah, pos ronda atau mana pun.

3. Wisuda dan Pemberian Hadiah Quran
Setelah pembelajaran membaca alquran selesai dan murid ngaji dinyatakan bisa membaca alquran kemudian dikumpulkan untuk di wisuda.  Wisuda Murid Ngaji ini dimaksudkan untuk memberikan motivasi agar murid-murid ngaji yang baru bisa membaca alquran bersemangat belajar terus dan mengaji walau masih terbata-bata. Dengan terus membaca Alquran murid-murid ngaji akan semakin lancar dalam membaca alquran.
Dalam acara wisuda ini selain mendapat motivasi dari Muballigh juga mereka mendapatkan alquran sebagai hadiah.

    There are no new updates yet

16 Apr 2021

Budi Santoso

"Bismillah titipan Allah untk pemberantasan Buta aksara quran"

Rp 750.005

9 Apr 2021

Malik
Rp 100.232

8 Apr 2021

Ardian
Rp 50.107

26 Feb 2021

Tata
Rp 10.399

12 Feb 2021

Utiek Wijayanti

"Sedekah untuk guru ngaji bismillah"

Rp 200.039